N. A. Hilal

June 13, 2004

Debian GNU/Linux

Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 9:50 am

Debian GNU/LinuxPerbedaan utama antara distribusi debian dengan distribusi Linux yang ada sekarang adalah model pengembangannya yang terbuka (open development). Namun bukan hanya ini yang membedakan debian dengan distribusi lainnya.

Yang kedua, perbedaan yang sama pentingnya adalah debian setia pada “Free Software” yang ideal. Ini sangat mengesankan, yang mana distribusi ini bebas didistribusikan, lengkap dengan source codenya. Sekarang, kebanyakan distribusi lain juga memberikan source code dan program yang sama seperti debian, namun mereka juga memasukkan paket yang tidak dapat didistribusikan secara bebas dalam kondisi tertentu. Pengguna debian dapat dijamin bahwa software apa saja yang meraka temukan dalam debian tidak akan menemukan kekangan dalam kebebasan mendistribusikan dan memodifikasinya, memberikan penggunanya kebebasan untuk membuild sistem, hal ini menjadi nilai tambah dari debian sehingga pengguna tidak dihinggapi rasa takut bahwa mereka akan dituntut di pengadilan karena salah mengunakan IP (Intelectual Property) orang lain.

Debian juga memberikan ruang untuk paket-paket yang tidak memenuhi standar ini. Debian packaging system juga dapat digunakan untuk mem-package software yang tidak memenuhi standard free distribution-nya.

Paket-paket yang tidak dapat didistribusikan secara bebas dapat ditemukan di bagian non-free. Selain itu sebuah katagori tambahan, disebut contrib adalah untuk paket-paket yang free, namun software tersebut tergantung pada paket lain yang non-free. Dengan jalan ini, debian menyediakan banyak variasi software diluar distribusi, untuk melindungi penggunanaya dari masalah “legal ramifications” dari software yang non-free.

Secara teknis yang membedakan debian dari distro lain yang ada sekarang, yakni debian menginterpretasikan dengan tegas Linux File System Standard, yang segera dikenal sebagai File Hierarchy Standards. Kesetiaan terhadap technical guidelines ini membuat paket asing dapat lebih mudah diintegerasikan kedalam sistem.

Selain itu keungulan secara teknis dari debian adalah packaging system-nya. Sistem ini memfasilitasi incremental upgrades dari paket-paket individual tanpa adanya resiko sistem menjadi rusak. Packaging system yang modular sehingga setiap potensi kerusakan dilokalisasi. Masih ada banyak cara yang menyebabkan sistem jadi rusak, namun packaging system debian mencegah sistem tersebut dari kesalahan seperti itu. Perlindungan datang dari dependency checking yang disediakan oleh packaging system. Packages dapat ditentukan dependency-nya pada package lain dan bahkan bisa ditentukan bahwa dependeny-nya mencakup versi tertentu dari package lain. Software instalasi memaksa dependency ini sehingga dependencies dipenuhi sebelum instalasi di proses.

Meskipun hadir dengan kualitas yang tinggi, kompleksitas dari sistem linux bisa membuat pengguna jadi bingung. Meskipun debian mencoba membuat instalasi default yang memenuhi kebutuhan pengguna secara umum, kita masih butuh pengetahuan dan skill untuk mencapai instalasi yang lebih baik. Debian menyediakan mailing list untuk kebutuhan ini, debian-user mailing list, untuk subscribe silakan kirim email ke

debian-user-REQUEST@lists.debian.org

dengan subyek dan body berisi satu kata subscribe. Dengan bergabung ke mailing-list ini anda dapat saling kontak dengan user lain, yang mungkin memiliki masalah yang mirip dengan apa yang anda alami sekarang, yang dapat membantu mengurangi kebingungan anda. Kelebihan mailing-list ini yaitu developers juga bergabung sebagaimana user biasa, sehingga ada kemungkinan anda akan mendapat saran expert dari sesorang yang benar-benar mengerti masalah anda.
Sebgai tambahan, debian-devel mailing list juga terbuka untuk public. Meskupun tujuannya lebih teknis, banyak informasi berguna yang dapat diambil dengan begabung ke mailing-list ini, untuk bergabung kirim e-mail ke

debian-devel-REQUEST@lists.debian.org

dengan pernyataan subscribe di subject . Volume lists ini sangat tinggi, namun kualitas responnnya sangat bagus. Ini sangat kontras dengan distibusi lain, banyak yang bahkan tidak memberikan email address untuk pertanyaan. Perbedaan yang paling banyak datang dari Debian’s open development model yang menerima sinergi dari berbagai pandagan. Perbedaan ini membuat debian menjadi sistem yang kompetitif dengan distribusi lain dalam komunitas linux. Kenyataannya, tanpa sponsor perusahaan, debian menjadi distribusi yang bisa bersaing dengan distribusi yang memiliki dukungan keungan yang kuat, ini merupakan prestasi yang mengesankan dan luarbiasa sekali.

June 11, 2004

Distribusi Linux

Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 3:45 am

Distribusi (atau singkatnya ‘distro’) merupakan koleksi software yang dikemas bersama dalam satu atau lebih CDROM (meski distribusi yang mengunakan disket juga ada). Distribusi Linux disini termasuk sistem operasi dan software-software yang berjalan di Linux. Software didalam distribusi, sangat sedikit yang dibuat oleh vendor distribusi itu sendiri. Vendor menambahkan nilai dan mengambil keuntungan dengan cara:

  • Memastikan bahwa semua software bekerja ketika anda menginstallnya
  • Menyediakan program instalasi dan konfigurasi untuk kemudahan, namun tidak semua vendor membuat sendiri program instalasinya.
  • Menyediakan jasa technical support untuk distribusi yang dikeluarkannya. Secara tipikal vendor memungut bayaran.Itulah contoh-contoh hal yang dapat dilakukan vendor untuk membedakannya dengan vendor lain, karena mayoritas software dapat diperoleh secara bebas oleh siapa saja. Sehingga diantara distribusi-distribusi Linux lebih banyak persamaannya dari pada perbedaanya. Beberapa contoh distro Linux: Debian, RedHat, SUSE, Mandrake, Lindows, dll.
  • June 9, 2004

    Linux Dibandingkan dengan Sistem Operasi Lain

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 7:30 pm

    Sangat sulit untuk mendapatkan perbandingan sistem operasi yang obyektif, karena orang-orang yang mengeluarkan perbandingan memiliki kepentingan masing-masing. Anda mungkin tidak akan percaya perbandingan yang dikeluarkan oleh vendor karena sebenarnya mereka harus mengarahkan anda untuk membeli produk mereka. Artikel yang muncul dalam dunia dagang sangat berbeda dengan spesifikasi yang dikeluarkan untuk produk dan teknologinya.

    Ada contoh yang membandingkan antara Linux dan Windows yang dikeluarkan orang dengan obyektif, hanya memaparkan fakta dan membatasi pada aspek teknis semata. Namun juga ada yang mengeluarkan hasil perbandingan dengan emosional atau hanya berdasar kepentingan bisnis semata, contohnya pada website nya Microsoft yang mengatakan bahwa Linux berbasis pada Unix, teknologi yang telah berumur 30 tahun, yang bermaksud mencegah anda mengandalkan bisnis anda pada teknologi yang sudah berumur 30 tahun.

    Kenyataanya sangat berbeda, Pengembangan Linux baru dimulia pada tahun 1991 dan Linux bukanlah Unix, Linux merupakan Teknologi yang lebih muda dari Windows. Namun sebenarnya hal ini tidak penting, karena umur sebuah sistem operasi tidak ada hubungannya dengan kehandalannya secara teknis.

    Apa yang kita sebut Linx sekarang sebenarnya adalah ratusan program yang ditulis ribuan programmer di seluruh dunia. Jika anda melihat distribusi Linux dalam CDROM, anda akan menemukan bahwa sebenarnya Sistem Operasi Linux hanya sebagian kecil saja dari isi total CDROM. Banyak diantara program dalam CDROM tersebut bernaung dibawah payung GNU. Dengan alasan ini ada beberapa komunitas Linux yang merasa distribusi seharusnya lebih tepat kalo disebut “GNU” atau “GNU/Linux”.

    Hal ini tidak berarti meremehkan kontribusi Linus Torvalds dan semua programmer pada proyek yang telah dibuatnya. Sungguh, sistem operasi Linux adalah central terhadap penemuan kebebasan dalam industri komputer saat ini. Namun, penting untuk tidak dilupakan kontribusi dari orang-orang GNU yang memiliki visi untuk memulai menggarap software yang free beberapa tahun lebih dahulu. Pekerjaan yang mereka lakukan untuk membuat GNU Public License (GPL) adalah kunci keberhasilan dari Open Source Software (OSS).

    Bagaimana Linux dibaca?

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 1:31 am

    Hal penting pertamakali dalam mempelajari Linux adalah bagaimana membacanya. Banyak orang membacanya dengan suara “i” yang dipanjangkan seperti membaca “line ucks”. Orang lain membacanya dengan suara “i” yang pandek seperti membaca “lyn ucks”. Siapa yang memutuskan bagaimana Linux disuarakan? Pencipta Linux itu sendiri yaitu Linus Torvalds yang mesuarakan seperti membaca “lean ucks”.

    June 8, 2004

    Lisensi Linux

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 7:07 pm

    Pada tahun 1991 Linus telah memiliki kernel yang berfungsi dan Richard Stallman memiliki utilitas dasar UNIX yang dikembangkan melalui proyek GNU. Linux menjadi gabungan dua proyek ini (kernel buatan Linus dan utilitas dasar UNIX dari proyek GNU) yang sama-sama bernaung dibawah lisensi GPL (GNU Public License).Pada bulan Oktober 1991 Linus mengirim pesan lagi ke newsgroups mencari support untuk sistem operasi baru dia. Berikut petikannya:

    From: torvalds@klaava.helsinki.fi (Linus Benedict Torvalds)
    Newsgroups: comp.os.minix
    Subject: Free minix-like kernel sources for 386-AT
    Keyword: 386, preliminari version
    Message-ID: 1991Oct5.054106.4647@klaava.helsinki.fi
    Date: 5 Oct 91 05:41:06 GMT
    Organization: Universiti of Helsinki
    Lines: 55

    “Apakah anda merana selama hari-hari baik minix-1.1, dan anda menghayal kapankah orang bisa membuat device driver sendiri ? Apakah anda sedang tidak ada proyek bagus dan anda sedang putus asa terhadap sistem operasi yang ingin anda modifikasi untuk kebutuhan anda? Apakah anda frustasi kapankah semuanya bisa berjalan di minix? Tidak ada lagi tukang begadang untuk membuat program yang bagus? Mungkin surat ini hanya untuk anda.

    Sebagai mana saya tulis beberapa bulan lalu, saya sedang bekerja pada sebuah versi yang free dari minix-looklike untuk komputer AT-386. Akhirnya sekarang mencapai tahap dimana telah dapat digunakan (meskipun mungkin tidak berdasarkan pada keinginan anda), dan saya ingin memberikan sourcenya kepada distribusi yang lebih luas. Ini baru versi 0.02 (sudah ada patch +1 (sangat kecil)), namun saya telah sukses menjalankan bash/gcc/gnu-make/gnu-sed/compress dll didalamnya.

    Mungkin anda bertanya pada diri anda sendiri “mengapa?”. Hurd (kernel proyek GNU) akan keluar satu tahun (atau dua, atau bulan depan, siapa yang tahu), sedangkan saya sudah mempunyai minix. Program ini dibuat untuk para hacker oleh seorang hacker. Saya menikmati melakukan ini, dan mungkin orang menikmatinya untuk sekedar melihat dan memodifikasinya untuk keperluannya sendiri. Ini masih kecil dan mudah dimengerti, digunakan, dan dimodifikasi, saya menunggu komentar dari anda.

    Saya juga tertarik untuk mendengar siapa saja yang telah menulis utility/library function untuk minix. Jika hasil usaha anda bebas didistribusikan (dibawah copyright atau public domain), saya senang mendengar dari anda, sehingga saya dapat menambahkannya ke system. Saya sedang menggunakan Earl Chews estdio sekarang (terimakasih atas sistem yang bagus Earl), dan pekerjaan yang serupa juga saya sangat nantikan. © tentu akan dibiarkan. Kirim pesan jika anda membolehkan saya menggunakan code anda.”

    Linus

    June 3, 2004

    Sejarah Linux

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 4:05 am

    Free Software FoundationLinux adalah sistem operasi yang dibuat oleh Linus Torvalds ketika dia masih kuliah di Univesitas Helsinki. Linus waktu itu sedang mempelajari Minix, sebuah variasi UNIX sederhana yang dibuat oleh Prof. Andrew Tannenbaum pada saat Linus masih kuliah. Dengan keinginan menambah fungsi minix, Linus dan teman-temannya menghubungi Andrew Tannenbaum, dengan harapan mendapat izinnya untuk memodifikasi Minix.

    Andrew Tannenbaum memiliki pikiran lain, dia ingin mempertahankan Minix sebagai alat belajar yang sederhana dan tidak setuju untuk memodifikasinya. Tidak ada cara lain, Linus dan teman-temannya memutuskan untuk menciptakan sistem operasi sendiri dengan fitur-fitur yang mereka inginkan. Pada 25 agustus 1991 Linus mengirim pesan ke group comp.os.minix news yang isinya (kurang lebih) sebagai berikut:

    From: torvalds@klaava.helsinki.fi (Linus Benedict Torvalds)
    Newsgroups: comp.os.minix
    Subject: What would you like most in minix?
    Summary: small poll for my new operating system
    Message-ID: 1991Aug25.205708.9541@klaava.helsinki.fi
    Date: 25 Aug 91 20:57:08 GMT
    Organization: Universiti of Helsinki

    Hi semua pengguna minix

    Saya sedang mengerjakan (free) sistem operasi (hanya sekedar hobby, tidak akan jadi sebesar dan seprofesional GNU) untuk platform 386(486) AT clone. Hal ini sudah dibuat sejak april, dan sekarang hampir siap. Saya ingin masukan dari anda semuanya, sebagaimana sistem operasi saya ini jadi seperti ini (phisical layout of files system yang sama (karena alasan praktis) dan beberapa yang lain).

    Saya sudah memasukkan bash(1.08) dan gcc(1.40), dan semua kelihatan berkerja. Hal ini berarti akan mendapatkan sesuatu yang praktis dalam beberapa bulan ini, dan saya ingin tahu fitur apa saja yang orang-orang inginkan, namun saya tidak janji akan menerapkannya.

    Linus (torvalds@kruuna.helsinki.fi)

    PS: Ya! ini minix code yang free, dan ini memiliki multithreaded fs. Ini tidak portable (menggunakan 386 task switching, dll), dan mungkin tidak akan mensupport selain AT-Hardisk, sebagaimana hanya itu yang saya miliki.

    June 1, 2004

    Tentang Linux

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 8:10 pm

    Linux mulai dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 1991 sebagai proyek pribadi. Dia waktu itu sedang mencari cara untuk menjalankan sebuah sistem operasi yang berbasis Unix tanpa menghabiskan banyak uang. Sebagai tambahan dia ingin untuk mempelajari luar dalam dari processor 386. Linux dirilis gratis ke publik sehingga siapapun dapat mengehacknya dan mengembangkannya dibawah GNU General Public License (lihat bagian Open Source dan Free Software).

    Sekarang, Linux sudah tumbuh menjadi pemain utama didalam pasar sistem operasi. Dia sudah diport untuk berjalan di bermacam-macam arsitektur termasuk Compaq Alpha, Sun SPARC dan UltraSPARC, dan chip PowerPC Motorola (contohnya Apple Macintosh dan komputer IBM RS/6000). Linux sekarang dikembangkan oleh ratusan (kalau tidak ribuan) programmer diseluruh dunia. Program-program seperti Sendmail, Apache, dan BIND, yang murupakan software server yang paling populer di internet dapat berjalan di Linux.

    Term “Linux” hanya menunjuk ke kernel - inti dari sitem operasi. Kernel inilah yang bertanggung jawab untuk mengontrol processor, memory, hard disk, dan pheriperal. Kernel mengontrol operasi dari komputer Anda dan memastikan bahwa semua program berjalan sebagaimana mestinya. Kernel dan program-program lain dibundel dalam satu paket oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu untuk membuat sebuah sistem operasi. Kita menyebutnya ini sebagai distribusi Linux (atau lebih singkatnya “distro”).

    May 30, 2004

    Free Software dan Open Source

    Filed under: Open Source — N. A. Hilal @ 4:16 am

    Dalam perkembangan dunia software, ada dua ideologi gerakan utama yang memicu munculnya komunitas-komunitas. Yang pertama yakni Gerakan Free Software (1984), Gerakan yang berlandaskan moral dan etika, yaitu gerakan dengan tujuan membuat semua software bebas dari pembatasan IP (intelctual property), yang mana diyakini menghambat pengembangan teknis dan melawan nilai-nilai positif yang ada dalam komunitas. Yang kedua yaitu Gerakan Open Source (1998), tujuannya hampir sama dengan gerakan diatas, namun dengan pendekatan lebih pragmatis, yakni lebih mendasarkan argumennya pada faktor ekonomi dan keuntungan secara teknis dengan cara menyediakan source code secara bebas untuk publik.

    Free Software Foundation Free Software dipimpin oleh Free Software Foundation, sebuah organisasi pengumpulan dana untuk GNU Project. Free Software lebih dari sekedar ideologi. Free disini sama seperti dalam ‘free speech, bukan free beer‘, maksudnya free software adalah mencoba untuk memberi jaminan hak-hak tertentu baik bagi user dan developer. Kebebasan ini termasuk kebebasan untuk menjalankan program untuk keperluan apa saja, kebebasan untuk mempelajari dan memodifikasi source code-nya, kebebasan untuk mendistribusikan source code-nya, dan kebebasan untuk membagi hasil modifikasi yang telah anda buat. Untuk menjamin kebebasan ini dibuatlah GNU General Public License (GPL). GPL, secara umum, memaparkan bahwa siapa saja yang mendistribusikan program yang telah dicompile dan dilisensikan dibawah GPL harus menyediakan juga source code-nya, dan memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk memodifikasi program tersebut selama modifikasi tersebut juga menyertakan source code-nya dalam pendistribusianya. Hal ini memberikan jaminan “sekali program tersebut terbuka untuk komunitas, tidak dapat ditutup kecuali dengan persetujuan dari pencipta code-nya masing-masing (meskipun hanya modifikasinya). Sebagian besar Program Linux dilisensikan dibawah GPL. Penting diingat bahwa GPL tidak mengatakan sesuatu tentang harga. Anda dapat mengambil keuntungan dari free software. Free maksudnya adalah kemerdekaan yang anda punya terhadap souce code-nya, bukan harga yang anda bayar untuk software. (namun, sekali seseorang menjual program yang telah di-compile dan berlisensi dibawah GPL kepada anda, atau memberikan kepada anda, dia juga wajib memberikan akses ke source code-nya)

    Free Software Foundation Setelah Gerakan Free Software muncul gerakan yang lebih muda, yaitu Gerakan Open Source yang dipimpin oleh Open Source Initiative (OSI). Open Source Initiative (OSI) semata-mata organisasi yang berdiri untuk medukung Open Source Software, yakni software yang tersedia berikut source code-nya. mereka tidak menawarkan lisensi khusus, namun mereka mendukung bermacam-macam tipe lisense open source yang ada. Ide dibelakang OSI adalah untuk mencari sebanyak-banyaknya perusahaan terjun ke komunitas open source dengan mengijinkan mereka menulis lisensi open source mereka sendiri dan kemudian disertifikasi oleh OSI. Karena banyak perusahaan ingin merilis source code, namun tidak ingin menggunakan GPL, karena mereka tidak dapat secara drastis melisensikannya dibawah GPL.

    Meskipun Free Software Fondation dan Open Source Initiative berjalan bersama-sama dan beriringan satu sama lain, bukan berarti mereka adalah sesuatu yang sama. Free Software Fondation menggunakan lisensi yang spesifik dan menyediakan software dibawah lisensi tersebut. Sedangkan Open Source Initiative mencari dan memberi dukungan untuk semua lisensi open source, termasuk salah satunya dari Free Software Fondation. Argumen yang dijadikan dasar oleh masing-masing kelompok dalam memberikan akses secara bebas ke source code kadang-kadang membedakan dua buah gerakan, namun kenyataanya bahwa dua kelompok yang berebeda ideologi tetap saling memberi kepercayaan kepada usahanya masing-masing.

    Next Page »

    Powered by WordPress